Indonesia di Pusat Panggung Global: Peran Strategis dalam Pemberantasan TBC

Oleh Redaksi The Lawu Post

Jakarta (TLP) — Ketika Bill Gates menyebut Indonesia memegang “peran strategis” dalam upaya pemberantasan Tuberkulosis (TBC) global, publik mungkin mengernyit: negara berkembang dengan beban penyakit tinggi justru dipuji sebagai kunci solusi? Tapi di balik pernyataan itu, tersimpan narasi penting tentang potensi, momentum, dan posisi geopolitik Indonesia dalam agenda kesehatan global.

Dalam kunjungannya ke Jakarta dan pertemuan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Bill Gates—melalui Gates Foundation—menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya penting karena jumlah kasus TBC-nya yang besar, tetapi juga karena infrastruktur digital, komitmen politik, dan strategi pengendalian yang bisa ditiru negara-negara lain.

Dari Beban Menjadi Basis Perubahan

Indonesia menempati urutan kedua dunia dengan jumlah kasus TBC terbanyak. Data Kemenkes menunjukkan lebih dari 1 juta kasus setiap tahun, dengan ribuan kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Tapi beban ini bukan hanya tragedi—ia bisa menjadi laboratorium kebijakan global.

Dengan sistem informasi kesehatan yang makin terintegrasi, pendekatan berbasis komunitas yang kuat, serta strategi pelacakan digital melalui SATUSEHAT, Indonesia sedang bergerak dari paradigma reaktif menjadi proaktif. Inilah yang, menurut Gates, menjadikan Indonesia sebagai negara “model” dalam penanganan TBC.

Teknologi dan Diplomasi Kesehatan

Peran strategis Indonesia tak lepas dari posisinya sebagai negara dengan populasi besar, kapasitas bioteknologi yang mulai berkembang, dan pengalaman reformasi sistem kesehatan pasca-COVID-19. Gates Foundation sendiri mengakui potensi Indonesia dalam produksi alat diagnosis TBC, termasuk lewat kolaborasi dengan Bio Farma dan sektor swasta nasional.

Ini bukan semata soal pengobatan. Ini tentang diplomasi kesehatan—bagaimana Indonesia bisa mengonsolidasikan pengaruhnya melalui inisiatif global, tidak hanya sebagai penerima bantuan, tapi sebagai aktor pemberi solusi.

Panggung Menuju 2030

Target Indonesia dan WHO: eliminasi TBC pada 2030. Jalan masih panjang, tapi sorotan global sudah datang. Pernyataan Bill Gates hanyalah permulaan. Dunia kini melihat Indonesia bukan hanya dari angka kasus, tapi dari kapasitas sistemiknya untuk memimpin transformasi.

Pertanyaannya: apakah kita akan menjawab tantangan ini dengan kepemimpinan berani dan inovasi lokal? Ataukah kembali pada jebakan birokrasi, inefisiensi, dan retorika tanpa dampak?

Momentum sudah di tangan. Jika Indonesia berhasil, maka sejarah akan mencatat: negara berkembang ini bukan hanya korban epidemi, tapi pahlawan yang mengakhirinya.

Catatan: Tulisan ini disusun berdasarkan kaidah jurnalistik dan prinsip pers sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999