Ilyas Kembali Diminta Pimpin Golkar: Modal Suara, Misi 2029

Karanganyar, 6 Mei 2025

Oleh Redaksi The Lawu Post

Pasca Pilkada Karanganyar 2024, satu angka terus bergaung: 40,2% suara pemilih memilih Ilyas Akbar Almadani. Angka ini tidak hanya melebihi ekspektasi banyak pihak, tapi juga melampaui suara Partai Golkar sendiri pada Pemilu Legislatif 2024, yang hanya meraih sekitar 20% suara.

Angka yang secara politik bukan sekadar statistik.

Ia kini jadi modal legitimasi, sekaligus pintu masuk menuju konsolidasi baru.

Tak heran, nama Ilyas kembali digadang-gadang untuk menduduki jabatan Ketua DPD Golkar Karanganyar. Tak hanya dari akar rumput, dukungan juga datang dari tingkat provinsi. Ketua DPD Golkar Jawa Tengah terpilih, Muhammad Soleh, secara terbuka menyampaikan dorongan agar Ilyas kembali memimpin.

“Ilyas telah membuktikan bahwa kekuatan personal bisa membuka jalan bagi kebangkitan suara partai. Tugas ke depan adalah bagaimana mengonversi energi itu menjadi suara Golkar di Pemilu 2029,” ujarnya.

Dari Legitimasi Sosial ke Institusi Politik

Dukungan ini bukan tanpa alasan. Dalam kontestasi Pilkada, Ilyas muncul sebagai sosok muda, visioner, dan teruji secara elektoral. Meski tak menang, raihan suaranya menjadi indikator bahwa ada basis pemilih yang siap dibawa ke arah yang lebih besar—jika kanal politiknya tepat.

Perbandingan suara Ilyas dan Golkar juga menjadi catatan penting. Jika dikalkulasi, Ilyas mendapatkan dua kali lipat dari suara partainya sendiri. Ini menjadi sinyal: politik figur masih relevan, dan kini tugas partai adalah menginstitusikan pengaruh itu.

2029: Jalan Panjang, Waktu Tepat

Pemilu 2029 masih jauh, tapi persiapannya dimulai dari sekarang. Konsolidasi, peremajaan struktur, dan konversi dukungan menjadi suara partai adalah tantangan yang tak bisa ditunda. Dan menurut banyak kalangan, Ilyas adalah salah satu dari sedikit kader yang bisa menjembatani semua itu.

Soleh menegaskan, Golkar membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu di dalam struktur, tapi juga dipercaya masyarakat luar.

“Kalau partai ingin besar, maka yang dipercaya publik harus kita beri tempat di dalam,” tegasnya.

Redaksi

Tulisan ini disusun sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Hak jawab dan koreksi dapat dikirim ke thelawu.post@gmail.com | redaksi@thelawupost.id.